Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?
Tampilkan postingan dengan label Koran Gurgent. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koran Gurgent. Tampilkan semua postingan

Membuat Sate Bareng Keluarga. Malah Sekeluarga Terbakar

Written By GURGEN TRPL on Senin, 07 November 2011 | 06.08

Ilustrasi (amazingtrsut)
SUKABUMI - Empat warga di Kota Sukabumi, Jawa Barat, dua di antaranya bocah kritis setelah terbakar saat membuat sate kambing.

Dua bocah, termasuk orangtua dan kakek korban, Senin (7/11/2011) dirawat intensif di RSUD Syamsudin Kota Sukabumi.

Seluruh tubuh dua bocah bernama Muhamad Fardan dan Mohamad Rojab, Warga Ciandam, Kelurahan Cibereum Hilir, Kecamatan Ciaul, hangus terbakar. Sementara ibu korban, Rifka, dan kakeknya, Meman, yang ikut terbakar juga dirawat. Namun mereka hanya mengalami luka ringan di tangan dan kaki.

Menurut Dandi Rusdiana, ayah dua bocah, mereka terbakar saat akan membuat tungku untuk membakar sate. Sang kakek, Meman, yang saat itu membuat panggangan minyak tanah tak mengira api akan menjalar hebat dan mengenai kedua bocah.

Melihat kondisi itu, Meman langsung menyelamatkan dua cucunya sambil berteriak minta tolong. Hal yang sama dilakukan Rifka.

Tanpa mempertimbangkan keselamatannya, Rifka langsung menarik anaknya dan tak menghiraukan api yang sudah menjalar ke seluruh anaknya. Api menjalar ke tangan Rifka.

Hingga sore ini, kedua bocah masih dalam perawatan intensif pihak rumah sakit termasuk Rifka. Sementara sang kakek yang mengalami luka ringan sudah diperbolehkan pulang.
06.08 | 0 komentar

Bandar Udara Minangkabau Padang Pariaman Sepi Pada Idhul Adha

Written By GURGEN TRPL on Minggu, 06 November 2011 | 07.38

photo Bandar Udara Minangkabau di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, terpantau sepi pada hari raya Idul Adha 1432 Hijriah, Minggu (6/11/2011).Selain penumpang yang relatif tidak banyak datang melalui bandara tersebut, antrean taksi juga tidak sebanyak hari-hari biasa. Defrijhon Edo, salah seorang pengemudi taksi, mengatakan, hal itu disebabkan sebagian besar sopir taksi yang kembali ke kampung halamannya untuk merayakan Idul Adha.
Manajer Umum PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Minangkabau Agus Kemal mengatakan, jumlah penumpang turun sangat tajam pada hari raya Idul Adha. "Tetapi Senin besok jumlah penumpang sudah kembali lagi seperti biasa," katanya.
07.38 | 1 komentar

Jembatan Musi Banyuasin Ambruk

<a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a59ecd1b' border='0' alt='' /></a>


Musi Banyuasin - Sebuah jembatan yang menghubungkan Bandarjaya-Sungaiputih, Banyuasin, Sumatera Selatan, roboh gara-gara dilintasi truk tronton bermuatan eskavator. Robohnya jembatan yang disusun dari papan kayu dan baru berusia kurang lebih satu tahun itu mengganggu aktifitas warga di dua desa.

Sebenarnya, jembatan tersebut roboh sejak Kamis (4/11/2011) lalu. Tapi belum ada perbaikan yang berarti sehingga pada Idul Adha, Minggu (06/11/2011), warga di kedua desa kesulitan bersilahturahmi.

Jembatan yang roboh ini itu dibangun dengan APBD induk Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2010 dengan menelan dana Rp 900.000.000. Jembatan ini dibangun dengan rangka baja, komposit, dengan rentang fisik 4 x 12 meter. Sampai hari ini, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Musi Banyuasin.

Sebagai informasi, jembatan Ulak Kembang di Batanghari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin, nilai proyek mencapai Rp 21,4 miliar, juga roboh. Bupati Musi Banyuasin Pahri Azhari, kepada pers di Sekayu, mengatakan, dinas terkait (PU Bina Marga, red) sudah menurunkan tim untuk menganalisis penyebab ambruknya jembatan tersebut.

Menurutnya, dua jembatan tersebut ambruk karena tidak bisa menahan kendaraan yang memiliki tonase di luar kemampuan jembatan. Karena itu, pihaknya meminta pemilik kendaraan segera melakukan perbaikan seperti sedia kala.

"Pemilik kendaraan itu terlalu memaksakan diri. Apalagi warga sudah sering mengingatkan. Kita minta yang bersangkutan segera memperbaikinya, ya seperti semula," katanya
07.22 | 1 komentar

Ayo Dukung Pulau Komodo

Taman Nasional Komodo berada di peringkat 10 besar untuk voting sementara dari ajang pemilihan 7 Keajaiban Alam versi www.new7wonders.com. Seperti dikutip dari situs web www.new7wonders.com, voting untuk New7Wonders of Nature sudah memasuki pekan terakhir. Pengumuman pemenang akan berlangsung pada 11 November 2011.
Dalam laporan disampaikan melalui situs New7Wonders (N7W), lima tempat di Asia masuk dalam peringkat 10 besar tersebut. Sepuluh finalis itu adalah Laut Mati (Jordania, Israel, Palestina), Grand Canyon (Amerika Serikat), Great Barrier Reef (Australia), Halong Bay (Vietnam), Jeita Grotto (Lebanon), Pulau Jeju (Korea Selatan), Pulau Komodo (Indonesia), sungai bawah tanah Puerto Princesa (Filipina), Sundarbans (Banglades, India), dan Vesuvius (Italia).
Head of Communication for New7Wonders Eamonn Fitzgerald mengatakan, 10 finalis ini merupakan hasil sementara. Komposisi ini dapat berubah sebelum penentuan tujuh keajaiban dunia buatan manusia berdasarkan jajak pendapat N7W.
"Jadi, peringkat 10 besar sementara yang kami umumkan hari ini dapat berubah. Dengan jutaan vote yang akan masuk, finalis yang sekarang tidak masuk dalam peringkat 10 sementara masih memungkinkan untuk masuk dalam 7 Keajaiban Dunia," kata Fitzgerald, Minggu (6/11/2011).
Presiden sekaligus pendiri New7Wonders, Bernard Weber, mengatakan, masuknya lima kandidat dari Asia memperlihatkan bahwa benua ini menjadi sasaran menarik dunia.
Menanggapi hasil sementara tersebut, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mempertanyakan transparansi dari pemeringkatan tersebut.
"Kalau secara pengalaman, tidak ada itu transparansi jumlah suara. Yang masuk berapa, kami tidak tahu. Kalau peringkat sementara selalu ada, kami bisa lihat kadang komodo di nomor 2, kadang nomor 18. Itu yang kami pertanyakan saat itu. Dasarnya apa kami bisa di peringkat sementara itu, memangnya jumlah suara sudah berapa. Ini, kan, seakan-akan terserah dia saja mau peringkat berapa," jelas Sapta kepada Kompas.com, Minggu.
Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar) sempat menjadi official supporting commitee sebagai pihak yang mendaftarkan Taman Nasional Komodo ke New7Wonders. Perkembangan selanjutnya, N7W mencabut Kembudpar sebagai official supporting commitee sejak Senin (7/2/2011). Kembudpar kemudian menyiapkan pengacara karena menganggap pencabutan tersebut terjadi secara sepihak.
Tak hanya Indonesia, Maladewa sebagai salah satu finalis juga mempertanyakan transparansi jumlah suara yang masuk. Berbeda dari Indonesia, Maladewa memutuskan keluar dari ajang N7W dengan berbagai alasan, antara lain N7W meminta uang untuk berbagai kebutuhan dan juga masalah transparansi suara.
"Detailnya bisa dilihat di website kami di www.visitmaldives.com. Selain itu, kami juga melihat tidak ada transparansi dalam rangking hasil voting," kata Simon Hawkins, perwakilan dari Pemerintah Maladewa, pada jumpa pers di Jakarta
07.12 | 0 komentar

Kumpulblogger

Gabung Di sini untuk
bisnis pengiklan
Dapatkan Penghasilan Yang
Lumayan Banyak
JOIN KUMPULBLOGGER

Link Parter

Total Pengunjung

free counters